Selasa, 06 Desember 2022
Assalamu'alaikum wr.wb.
Hai Pembaca yang budiman dan beramal sholeh..... Semoga anda tetap waras dimanapun berada di tengah gempuran isu-isu resesi 2023 di masa yang akan datang. Berbicara tentang resesi ini akan memberikan dampak yang siginifikan bagi kehidupan masyarakat. Terutama berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran pasca sidang skripsi .... hehehe ndak nyambung !!!!
Okay... okay ... pada kesempatan ini saya akan menceritakan atau menuliskan pengalaman menganggur setelah sidang skripsi. Mungkin bagi pembaca yang budiman ada yang belum mengetahui apa itu Skripsi? Berdasarkan definisi bahwasanya Skripsi merupakan suatu tugas akhir yang harus diselesaikan mahasiswa tingkat akhir sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan ijazah. Agar tugas akhir tersebut dapat dipertanggungjawabkan, maka harus disidangkan dengan para ahli dalam hal ini adalah para dosen yang ahli di bidangnya. Nah, setelah sidang skripsi itu akan muncul revisi, dan ketika para dosen berkenan untuk menandatangani muncul pencerahan untuk mengarah kepada Yudisium. Yudisium ini apa lagi coba? bahasa apalagi ini? Jadi menurut Google Yudisium pada intinya himpunan proses penilaian akhir yang menentukan atau memutuskan mahasiswa/ i untuk lulus atau tidak dalam menempuh studi selama jangka waktu tertentu, yang ditetapkan oleh pejabat terkait. Nah setelah Yudisium baru bisa daftar wisuda horeee....
Nah prolematika muncul ketika pasca yudisium sebenarnya. Mungkin banyak mahasiswa yang kreatif yang bisa mencari samben-samben atau bahasa Indonesianya kerja sambilan hingga waktu wisuda. Boleh kok melamar kerja dengan surat keterangan lulus dari kampus. Menjadi masalahnya setiap manusia itu diciptakan berbeda bukan? ada yang energik, adapula yang no live wkwk. Jadi mungkin penulis agak sedikit mengarah ke yang opsi kedua hehe. Karena senang sekali libur hingga terlena sudah hampir 4 bulan menganggur. Apakah menganggur enak? Kamu nanya? Kamu bertanya-tanya!?!? Di awal pasca sidang skripsi seru yah...jika bisa diibaratkan itu seperti surga dunia sesat healah... bagaimana tidak? itu impian aktivitas yang sangat normal. Bangun Pagi Jam 4 , Sholat Shubuh, Mengaji Shubuh, Jam 6 Lari pagi keliling kompleks 30 menit, setelah itu mandi, Sarapan pagi, baca buku Selp Depelopment, cari info loker part time tanpa ijasah, main game, menulis blog yang tidak berfaedah, membantu orang tua, cari loker lagi, berkebun, dan seterusnya... pokoknya tiada hari tanpa aktivitas yang menyenangkan (cari loker). Mungkin 1 bulan 2 bulan orang rumah masih memaklumi, namun.... bisik-bisik dari orang rumah sedikit banyak membuat overthingking. Yah... mulai ada suasana yang "kurang" nyaman terdengar, apa itu? ya tentu saja secepatnya disuruh cari kerja !
Kalau boleh jujur yah.... padahal sudah melamar pekerjaan tapi diantara 15 apply kerja 2 diantaranya lolos wawancara namun tidak ada tindak lanjutnya dengan segera. Jadi kalau dipikir-pikir memang fresh graduate istilah kerennya, perlu mengembangkan banyak kemampuan agar bisa bersaing di dunia kerja. Namun, Jangan pesimis!! Optimis itu harus!! teruslah mencoba sampai kamu menyerah Ea...
Jadi, Intinya apa? pengalaman selama menganggur setelah sidang? intinya enak dan tidak enak yah... hidup memang begitu bukan? ada enaknya ada tidaknya sebagai manusia perlu sedikit menikmati masa-masa ini namun perlu dipahami agar tidak terlena. Sedikit santai boleh tapi terlalu santai jangan. Sekian yah penulis berbagi pengalaman yang agak pahit mungkin suatu saat saya membaca tulisan ini akan malu sendiri hehehe. Terimakasih
Wassalamu'alaikum wr.wb.